News

Israel Tunda Penarikan Pasukan dari Lebanon Selatan

Istanbul (KABARIN) - Israel menunda rencana penarikan pasukan dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan karena mekanisme pemantauan bersama dengan Lebanon masih dalam tahap pembahasan.

Berdasarkan laporan stasiun penyiaran publik Israel KAN yang mengutip sumber terkait, keputusan tersebut diambil setelah militer Israel mengevaluasi rencana yang sebelumnya telah disepakati kedua negara dalam pembicaraan akhir pekan lalu.

"Selama pembahasan di antara angkatan bersenjata Israel mengenai rencana tersebut, yang telah disepakati Lebanon dan Israel dalam pembicaraan akhir pekan lalu, disimpulkan bahwa jadwal pelaksanaannya akan ditunda melampaui perkiraan awal," demikian laporan KAN.

Dua wilayah yang terdampak penundaan tersebut adalah Zawtar dan Frun di Lebanon selatan.

Menurut laporan itu, Israel dan Lebanon masih merundingkan pembentukan mekanisme pengawasan bersama yang akan melibatkan angkatan bersenjata kedua negara.

Sistem tersebut nantinya bertugas memantau pelaksanaan gencatan senjata sesuai lampiran keamanan rahasia yang menjadi bagian dari kesepakatan antara kedua pihak.

Seorang sumber yang mengetahui proses pembahasan mengatakan Amerika Serikat akan memberikan persetujuan terhadap individu yang terlibat dalam mekanisme tersebut.

Langkah itu disebut bertujuan memastikan kelompok Hizbullah tidak memperoleh akses terhadap informasi sensitif yang dipertukarkan selama proses pengawasan berlangsung.

"Saat ini belum ada jadwal yang ditetapkan," demikian dikutip KAN dari sumber-sumber keamanan.

Sebelumnya, pada Jumat (26/6), Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka yang dimediasi Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut dirancang untuk mendukung penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon sekaligus meredakan ketegangan di sepanjang kawasan perbatasan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat serangan militer Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan lebih dari 4.240 orang meninggal dunia, lebih dari 12.190 orang terluka, serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: